Skip to main content

Siapa yang bisa jadi lawan kuat Jokowi?

Siapa Lawan Pak Jokowi di Pilpres 2019? Menurut saya Prabowo Subianto akan sangat susah melawan Jokowi yang sudah banyak menarik hati rakyat. Kalau Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo? Saya yakin susah juga, apalagi beliau baru digadang-gadang didukung oleh partai kecil. Kalu digabungkan Capres dan Cawapres Prabowo dan Gatot, kemungkinan menang jadi Presiden juga susah dan pasti kalah telak dari Bapak Joko Widodo.

Selamat Tinggal Sepakbola Indonesia

Publik Indonesia akan semakin rindu salah satu Hiburan Tanah air yaitu Perhelatan Sepakbola ISL buntut dari Hukuman FIFA terhadap PSSI sebagai wadah sepakbola tertinggi di Indonesia. Indonesia sudah tidak menjadi Anggota FIFA lagi menyusul hukuman tersebut, dan otomatis, kita juga kehilangan peran serta tim Sepakbola Indonesia di kancah internasional.

Yang paling merasa sedih dan kecewa tentu masyarakat bawah yang hanya menggantungkan hiburan di media televisi. Jangankan untuk hiburan ke luar negeri, ke tempat wisata di sekitarnya pun mungkin tidak bisa karena mereka masyarakat bawah bukan Pejabat yang setiap minggunya bisa mencari hiburan di manapun mereka mau.



Terus bagaimana nasib para pemain Bola lokal maupun non-lokal? Apakah mereka akan banting stir jadi tukang pijat atau tukang tambal ban. Bisa jadi mereka ada yang beralih profesi menjadi pedagang seblak, jus, baso, asongan, dll untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka selama kompetisi belum bergulir.

Satu-satunya hiburan gratis penghilang stres di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang tak menentu adalah bisa melihat tim kesayangannya bertanding di kancah ISL. Yang terjadi, tidak ada tontonan paling menghibur selain Sepakbola.

Ada sih hiburan santai juga seperti Sinetron Preman Pensiun 2 RCTI. Akan tetapi, apakah menyentuh semua kalangan? Mungkin ada yang suka Sinetron atau ada juga yang tidak suka Sinetron. Yang namanya Sepakbola, kalau tim kesayangan sudah bertanding, jangankan Bapak-bapak, Ibu-ibunya pun malah lebih histeris dibanding Laki-laki. Pengalaman kalau nonton Persib bersama keluarga, bibi-bibi saya semua teriak-teriak kayak kesurupan ketika Persib mendapatkan peluang emas. Kalau Persib Kalah keluarga saya pada lesu seperti tidak berselera makan.

Begitulah fenomena yang terjadi ketika hiburan Sepakbola menjadi salah satu magnet tersendiri yang tidak bisa disejajarkan dengan hoburan-hiburan lainnya. Bisa jadi untuk tim kesayangan Anda, anda pun pasti demikian adanya. Jangankan tim asli daerah sendiri, kadang tim luar negeri yang dipavoritkan oleh kita, kita pun rela menonton mereka sampai harus bangun dini hari hanya untuk Nonton Liga Champion Eropa karena tim pavorit sedang bertanding.

Sampai-sampai kita dari sore harinya sudah menyempatkan tidur sejenak agar bisa begadang untuk menonton Sepakbola. Bahkan kita selalu menyiapkan bekal makanan entah itu Kacang Kulit, Kopi, Rokok, dan Minuman untuk tetap terjaga saat pertandingan. Itulah kisah Fans Fanatik Sepakbola.

Kembali ke Hukuman FIFA, entah itu salah siapa? Mana yang salah mana yang benar, bukti nyata adalah Indonesia dihukum FIFA, mau mengelak tidak bisa mau mencari kambing hitam memang kita semua adalah kambing hitam. Mudah-mudahan tidak berlarut-larut dan hanya menjadi busa di Lautan, kalau dibiarkan bisa-bisa masyarakat bawah stres, sudah dihadapkan dengan permasalahan hidup yang susah, mau makan enggak bisa nyolong singkong, mau beli minyak goreng enggak punya cukup duit, penghasilannya hanya bisa buat bayar listrik ke PLN, itupun selalu nunggak 2 Bulan pas 1 hari lagi mau dicabut PLN.

Kalau Hiburan Bola enggak ada karena Hukuman FIFA, mendingan dicabut aja deh PLN-nya, pakai Lilin aja biar hemat. Kalu nonton yang lain malah nyesek, banyak berita yang aneh-aneh penuh misterius, penuh kemusyrikan, penuh berita negatif yang bisa mencuci otak manusia menjadi buas dan tak terkendali.

Atau bagaimana jika FIFA yang kita Hukum? Kenapa kita enggak boikot tontonan FIFA di televisi, tapi ada enggak nyali dari semua stasiun televisi yang berani? Loh, emang FIFA salah? Ya jelas salah karena menghukum Indonesia menurut saya yang gaptek Hukuman FIFA dan gaptek Ilmu Rawa Rontek. Lol

Semoga Hiburan Sepakbola kembali lagi tayang jadi saya bisa pasang Listrik PLN lagi.

Artikel Terkait :



Comments

Popular posts from this blog

100 Perlombaan Untuk Anak

Perlombaan Anak atau Permainan anak adalah kegiatan positif dan kreatif untuk mengasah daya pikir dan mengasah keterampilan seorang anak. Lomba atau permainan anak diselenggarakan dan diadakan untuk memuaskan perwujudan hakikat seorang anak yang senang bermain, senang berkumpul, senang bergaul dengan anak lain agar kemampuan komunikasi, berfikir, dan daya kepemimpinan anak tumbuh dengan baik.


100 Lagu Dangdut Bernuansa Galau

Indonesia memang identik dengan lagu dangdut. Benar kata Project Pop “Dangdut is The Music Of My Country”. Lagu dangdut memang harus terus dilestarikan namun sisi-sisi negatifnya seperti atraksi panggung yang bernuansa tarian ero*is dan mempertontonkan ping*ul sek*i dan memakai baju yang transparan atau desain baju yang minim harus dihilangkan.

100 Lagu Trend Remaja Bernuansa Galau

Ketika hati bimbang, ketika perasaan diselimuti kabut, dan ketika suasana di sekitar kita sedang tidak bersahabat. Sedang bertengkar sama pasangan, sedang patah hati, atau ketika anda sedang menghadapi suatu masalah besar. Hidup seakan menjauh dari kita, cinta seakan-akan menghancurkan semangat anda, dan hati seakan-akan terjebak diantara duka dan luka. Itulah yang namanya Galau.